Di atas bahtera ini kami saling merangkul satu sama lain,
menjaga agar tak ada yang terlepas dan jatuh. Akan ada yang memiliki pijakan
yang lebih kokoh dari yang lain, sepatutnya bagi yang memilki pijakan kokoh,
kokoh merangkul yang goyah.
Awalnya kita hanyalah perahu-perahu kecil, dengan ego dan
tujuannya masing-masing. Tapi waktu menambatkan kita satu sama lain,
mengenalkan kita kepada arti kebersamaan, menebalkan garis identitas kita
sebagai manusia, sebagai makhluk sosial.
Setahun berlalu, tanggal sudah sepuluh. Bukan sekedar angka,
melainkan sesosok potensi dan harapan. Ikhlas kami lepas, berharap ini adalah
takdir-Nya yang akan menggiring mereka menjadi lebih baik. Namun, yang namanya
takdir bisa diubah. Sesal sudah tiada arti, rangkulan yang awalnya kokoh
perlahan terlepas, pijakan yang tak mapan terkelupas, menuju bahtera lain di lautan luas.
Sekarang yang ada adalah kita. Saatnya kembali menguatkan
rangkulan, meyakinkan akan pijakan satu sama lain.
Kutatap langit biru, memandangi bumbungan kapas putih yang terapung, menerka kemana mereka akan pergi.
Kutatap langit biru, memandangi bumbungan kapas putih yang terapung, menerka kemana mereka akan pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar