Jumat, 01 Juli 2016

Sepenggal Sesal

Kata guruku... kata cinta bukan main-main. Kata yang begitu pasaran di kalangan remaja, begitu murah. Kata yang turun seribu derajat di tangan-tangan muda.

Ketika namanya dalam lisan maupun tulisan menjadi hormon adrenalin yang memaju degup jantungmu. Ketika suaranya yang memanggil namamu adalah mimpi terindahmu. Ketika senyumnya yang tersimpul menghentikan waktumu untuk sejenak, manis. Semua itu bukan cinta.

Entah rasa sayang, atau justru sekedar hawa nafsu?

Manusia sialan. Aku mengumpat pada diriku sendiri. Jangan pernah berharap, kata temanku. Sekarang aku percaya. Lupakan saja, kata temanku yang lain. Tidak, tidak mau. Lagi-lagi aku tak paham. Sesak napasku menghirup embun.

Jika memang ini semua memang hilir tinta pena-Nya, akan menghulu pula semua ini kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar